Organisasi kesehatan dunia kini semakin menaruh perhatian terhadap potensi pengobatan tradisional dan integrasinya ke dalam sistem layanan kesehatan global. Di tahun 2025, WHO secara resmi menerapkan Strategi Global Pengobatan Tradisional, Komplementer dan Integratif 2025–2034 yang bertujuan menggabungkan kearifan pengobatan tradisional dengan praktik kesehatan modern secara aman, efektif, dan berbasis bukti. Strategi ini menjadi perhatian utama dalam konferensi global terkait pengembangan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Apa Itu Strategi Global Pengobatan Tradisional WHO?
Strategi Global Pengobatan Tradisional, Komplementer dan Integratif (TCIM) adalah kerangka kerja yang diterapkan oleh WHO untuk mendorong integrasi praktik tradisional yang aman dan efektif ke dalam sistem kesehatan nasional. Tujuan utamanya adalah memberi akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan yang komprehensif; mencakup praktik yang telah terbukti aman dan bermanfaat, sambil memastikan perlindungan terhadap praktik yang masih kurang bukti ilmiahnya.
Strategi ini bukan sekadar mengakui keberadaan pengobatan tradisional, tetapi juga mengatur bagaimana praktik tersebut bisa berkolaborasi dengan pengobatan modern sehingga menghasilkan layanan kesehatan yang holistik dan berkualitas.
Tujuan Utama Strategi TCIM 2025–2034
Strategi ini memiliki beberapa tujuan inti yang saling terintegrasi, antara lain:
1. Memperkuat Basis Bukti Ilmiah
WHO fokus pada pengembangan penelitian untuk menilai keamanan, kemanjuran, dan mekanisme kerja dari berbagai praktik tradisional sehingga dapat dinilai secara objektif dalam konteks medis modern.
2. Regulasi dan Standarisasi
Strategi ini mendorong negara anggota untuk membangun kerangka regulasi yang memastikan bahwa produk dan praktik tradisional aman dan berkualitas. Ini mencakup aturan tentang produksi, distribusi, dan penggunaan agar konsumen terlindungi dari klaim yang tidak berdasar.
3. Integrasi Ke Dalam Sistem Kesehatan
WHO ingin agar praktik tradisional tertentu yang sudah terbukti aman dapat dimasukkan ke dalam layanan kesehatan utama di negara-negara yang bersedia mengadopsinya. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan konteks budaya, kebutuhan masyarakat, serta tujuan pembangunan kesehatan nasional.
4. Keterlibatan Komunitas dan Keadilan Kesehatan
Strategi ini menekankan pentingnya melibatkan komunitas lokal, bangsa adat dan pemangku kepentingan lain dalam proses penyusunan kebijakan, sehingga praktik tradisional dapat dipertahankan secara berkelanjutan dan tetap menghormati hak budaya dan pengetahuan lokal.
Mengapa Strategi Ini Penting?
Akses Kesehatan yang Lebih Luas
Banyak masyarakat di berbagai negara, terutama yang tinggal di daerah terpencil atau dengan akses layanan kesehatan konvensional terbatas, masih mengandalkan praktik tradisional sebagai bagian utama dari perawatan kesehatan mereka. Integrasi yang tepat dapat memperluas akses terhadap layanan yang aman dan efektif bagi jutaan orang.
Pelestarian Pengetahuan Budaya
Pengobatan tradisional merupakan bagian dari identitas budaya banyak komunitas. Strategi ini membantu mempertahankan warisan tersebut sekaligus memanfaatkan elemen-elemen yang terbukti bermanfaat.
Inovasi Ilmiah dan Teknologi
Digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), genomika, dan analitik data modern kini dipakai untuk mendukung penelitian pengobatan tradisional. Teknologi ini membantu para ilmuwan memahami lebih dalam tentang potensi dan cara kerja terapi tradisional yang selama ini belum teruji secara modern.
Implementasi Strategi Secara Global
Dalam pelaksanaan strategi ini, WHO memfasilitasi beberapa langkah strategis, antara lain:
1. Pengembangan Pustaka Global Pengobatan Tradisional
WHO meluncurkan perpustakaan digital global yang mengumpulkan catatan ilmiah, kebijakan, dan publikasi tentang pengobatan tradisional. Ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi di berbagai negara.
2. Konferensi Internasional dan Kolaborasi Negara
Pertemuan global mempertemukan para pemangku kebijakan, peneliti, dan praktisi dari puluhan negara untuk berbagi data, pengalaman, dan prakarsa terkini terkait integrasi pengobatan tradisional yang aman dan berbasis bukti.
3. Peningkatan Standar Regulasi Nasional
WHO memberikan dukungan teknis kepada negara-negara anggota untuk membangun atau memperkuat standar regulasi produk tradisional, sebagaimana prinsip-prinsip keselamatan dan mutu yang berlaku secara internasional.
4. Pemberdayaan Pengetahuan Lokal
Pemberdayaan masyarakat adat dan praktisi tradisional dilakukan untuk memastikan pengetahuan tradisional dihormati, tidak disalahgunakan, dan dibagikan secara adil. Ini termasuk perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual komunitas setempat.
Tantangan dan Respons Dunia Kesehatan
Meskipun strategi ini membawa peluang besar, ada beberapa tantangan yang tetap perlu diatasi:
1. Kurangnya Bukti Ilmiah
Masih banyak praktik tradisional yang belum memiliki penelitian klinis yang kuat untuk menunjukkan keamanan dan efektivitasnya. Maka dari itu, fokus penelitian menjadi salah satu pilar utama strategi WHO.
2. Regulasi yang Beragam
Tidak semua negara memiliki kerangka hukum yang seragam terkait produk tradisional. Perbedaan ini memerlukan pendekatan multilateral untuk menciptakan standar minimum global.
3. Perbedaan Budaya dan Praktik
Keanekaragaman budaya dan sistem tradisional yang berbeda di seluruh dunia membuat integrasi ke sistem kesehatan modern memerlukan pendekatan yang sensitif dan kontekstual.
Kesimpulan
Strategi baru WHO dalam integrasi pengobatan tradisional menandai langkah penting dalam evolusi layanan kesehatan global di tahun 2025 dan seterusnya. Melalui upaya ini, WHO ingin memastikan bahwa praktik tradisional yang aman, efektif, dan berbasis bukti dapat menjadi bagian dari sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ilmiah, teknologi modern, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya, integrasi pengobatan tradisional berpotensi membantu dunia mencapai cakupan kesehatan universal yang lebih luas.